JAKARTA. JENDELAANALISIS.COM– Pemerintah Kabupaten Minahasa mulai mematangkan langkah untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat. Tak hanya mengoordinasikan program bantuan perumahan tahun 2027, Pemkab Minahasa juga mengusulkan pembangunan rumah susun (rusun) bagi tenaga kesehatan.
Langkah strategis tersebut dilakukan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P. (Vasung), melalui kunjungan kerja ke Kantor Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, di Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wabup Vasung diterima langsung oleh Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Dr. Sri Haryati, S.Pi., M.Si., didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan, Dr. Diah Ayu Hartati Listyarini Iswara Akbari, S.H., M.Hum., serta Direktur Sistem dan Strategi Pembangunan Perumahan Perkotaan, Yudha Rommell Sibero, S.T., M.M.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Minahasa untuk menyelaraskan kebutuhan daerah dengan program pemerintah pusat, khususnya terkait dukungan bantuan perumahan pada 2027.
Tak hanya fokus pada bantuan perumahan bagi masyarakat, usulan pembangunan rusun bagi tenaga kesehatan turut menjadi perhatian dalam koordinasi tersebut. Penyediaan hunian bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan tempat tinggal sekaligus menunjang pelayanan kesehatan di Kabupaten Minahasa.
Melalui koordinasi dan sinkronisasi ini, Pemkab Minahasa berupaya membuka peluang dukungan pemerintah pusat agar program perumahan yang direncanakan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan kelompok pelayanan publik di daerah.
Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendorong pembangunan perumahan yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.
Dalam kunjungan kerja ini, Wabup Vanda Sarundajang turut didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Minahasa.
Pemkab Minahasa berharap koordinasi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui proses pengusulan dan pembahasan sesuai ketentuan, sehingga peluang dukungan program perumahan tahun 2027, termasuk rencana pembangunan rusun bagi tenaga kesehatan, dapat diperjuangkan lebih lanjut.(ONK).












