MINAHASA. JENDELAANALISIS.COM– Pembinaan prestasi olahraga tidak cukup hanya mengandalkan potensi atlet dan rutinitas latihan. Dibutuhkan strategi yang terukur, data yang valid, serta sistem pembinaan yang terarah agar mampu melahirkan atlet berprestasi dan berdaya saing.
Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., saat memimpin Rapat Koordinasi Bidang Keolahragaan melalui program SI RODA VASUNG (Strategi Pembinaan Prestasi Olahraga Berbasis Data yang Valid dan Unggul), Jumat (30/10/2026), bertempat di ITC Benteng Moraya, Tondano.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk memperkuat arah kebijakan pembinaan olahraga di Kabupaten Minahasa, khususnya melalui pendekatan berbasis data sebagai landasan dalam menyusun program, menentukan prioritas pembinaan, serta mengoptimalkan potensi atlet.
Melalui SI RODA VASUNG, pembinaan prestasi olahraga diharapkan dapat berjalan lebih sistematis dan terukur. Ketersediaan data yang akurat menjadi faktor penting untuk memetakan potensi atlet, mengidentifikasi kebutuhan pembinaan, serta mengevaluasi perkembangan prestasi secara berkelanjutan.
Pendekatan ini juga menegaskan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan keolahragaan agar program pembinaan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dalam satu strategi yang berorientasi pada hasil.
Bagi Kabupaten Minahasa, penguatan sistem pembinaan olahraga menjadi langkah penting untuk memastikan potensi atlet lokal mendapat perhatian dan kesempatan berkembang secara optimal.
Namun, keberhasilan strategi ini pada akhirnya akan ditentukan oleh implementasi di lapangan, mulai dari validitas data atlet, kualitas pelatih, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga konsistensi dukungan terhadap atlet yang dipersiapkan mengikuti berbagai kompetisi.
Dengan koordinasi yang terarah dan perencanaan berbasis data, SI RODA VASUNG diharapkan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih profesional, terukur, dan berorientasi pada peningkatan prestasi.
Langkah tersebut sekaligus menjadi dorongan agar pembinaan olahraga di Minahasa tidak sekadar berfokus pada partisipasi dalam kompetisi, tetapi juga mampu menghasilkan prestasi nyata yang membanggakan daerah.(ONK).












