JENDELAANALISIS.COM – Pemerintah Kabupaten Minahasa mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi akibat dampak fenomena El Nino Tahun 2026.
Melalui imbauan tersebut, masyarakat diajak untuk selalu waspada terhadap risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta berkurangnya ketersediaan air bersih yang berpotensi terjadi selama musim kemarau.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Bupati dan Wakil Bupati mengajak seluruh warga untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, di antaranya menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera melaporkan kepada pemerintah setempat apabila menemukan potensi bencana.
Dengan semangat “Tingkatkan Kewaspadaan, Cegah Bencana, Lindungi Diri, Keluarga, dan Lingkungan,” Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam upaya mitigasi bencana demi menjaga keselamatan bersama.
Kewaspadaan dan kepedulian seluruh masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana serta menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh menghadapi dampak perubahan iklim.
Diharapkan Pemerintah Kecamatan, Desa dan Kelurahan untuk dapat menginformasikan lewat pengeras suara mengimbau masyarakat lebih waspada tentang potensi alam.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan setiap kejadian atau potensi bencana kepada pemerintah desa/kelurahan, aparat kecamatan, atau BPBD Kabupaten Minahasa agar dapat ditangani dengan cepat.
Untuk memperoleh informasi kebencanaan dan layanan BPBD Kabupaten Minahasa, masyarakat dapat mengakses situs resmi BPBD Kabupaten Minahasa melalui BPBD Kabupaten Minahasa.
Berdasarkan informasi yang tersedia di situs tersebut, alamat kantor BPBD berada di Jl. Stadion Maesa, Kembuan, Kecamatan Tondano Utara, dengan email [email protected] dan nomor telepon kantor +(62) 1254-5487.
Dalam kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa, masyarakat juga dapat menghubungi layanan darurat nasional 112 atau segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan aparat terkait untuk mendapatkan penanganan secepatnya.(ONK)












