MINAHASA, JENDELAANALISIS.COM – Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S., M.AP., menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) terintegrasi 3 di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. Johanes Victor Mailangkay, SH, MH.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Vanda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia atas kehadiran dan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Minahasa.
“Hari ini kita sudah melakukan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di Sekolah Rakyat yang terletak di Desa Tampusu, Kecamatan Remboken. Tadi sudah dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara mewakili Gubernur,” ujar Vanda.
Menurutnya, pada tahun ini terdapat 320 siswa baru yang direkrut untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu, terdapat 75 siswa existing yang telah mengikuti pendidikan sejak tahun sebelumnya, sehingga total peserta didik di Sekolah Rakyat mencapai 395 siswa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 187 siswa baru berasal dari Kabupaten Minahasa, ditambah 75 siswa existing yang juga merupakan putra-putri Minahasa.
Vasung menilai keberadaan Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Minahasa.
“Kami menyampaikan banyak terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada Kementerian Sosial yang melaksanakan dan membangun Sekolah Rakyat di Kabupaten Minahasa. Ini merupakan bagian dari upaya peningkatan sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Minahasa,” katanya.
Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sebaik-baiknya.
Pasalnya, berbagai kebutuhan pendidikan dan kehidupan siswa selama mengikuti program tersebut telah mendapatkan dukungan pembiayaan dari pemerintah melalui Kementerian Sosial.
Tidak semua mendapatkan kesempatan untuk bersekolah di Sekolah Rakyat yang sepenuhnya dibiayai Kementerian. Asrama, seragam, buku, makan dan minum serta berbagai fasilitas penunjang lainnya dibiayai melalui Sekolah Rakyat, jelasnya.
Karena itu, Vanda menegaskan bahwa tugas utama para siswa adalah belajar dengan sungguh-sungguh, mengembangkan potensi serta membangun karakter.
Tugas dari anak-anak kita hanya belajar. Semoga anak-anak yang bersekolah di sini, khususnya yang dari Minahasa, bisa menjadi unggul, cerdas dan menjadi kebanggaan bagi Minahasa, harapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Tampusu, Dr. Jefta Johannes Makikui, S.Pd., M.Pd., mengatakan pihak sekolah telah menyiapkan berbagai aktivitas untuk mengembangkan potensi dan bakat para siswa.
Menurutnya, kegiatan tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga mencakup bidang seni, olahraga hingga pengembangan kompetensi lainnya.
“Ada beberapa aktivitas yang kami persiapkan, baik di bidang kesenian, olahraga bahkan pendidikan itu sendiri. Karena siswa berasrama, ada banyak waktu setelah jam pembelajaran di sekolah yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan potensi mereka,” ungkap Makikui.
Pada waktu sore hingga malam hari sebelum siswa beristirahat, pihak sekolah akan memberikan pendampingan sesuai dengan kompetensi dan kemampuan masing-masing siswa.
“Bagi siswa yang punya kompetensi, kami dampingi dengan baik sesuai kemampuan mereka, baik di bidang bahasa, olahraga maupun pembelajaran itu sendiri, termasuk persiapan olimpiade dan sebagainya,” jelasnya.
Makikui juga menekankan pentingnya komunikasi antara sekolah dan orang tua. Untuk siswa jenjang sekolah dasar, kunjungan orang tua akan diatur agar proses pembentukan kemandirian anak dapat berjalan dengan baik.
“Terutama yang jenjang dasar, waktu kunjungan orang tua akan kami atur supaya kemandirian mereka terbentuk dengan cepat. Tetapi komunikasi tetap terbuka bagi kami,” pungkasnya.
Keberadaan Sekolah Rakyat di Tampusu diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, kemandirian dan pengembangan potensi generasi muda Minahasa untuk menghadapi masa depan. Tutupnya.
Turut hadir, Wakil Bupati Minahasa Selatan Brigjen TNI (Purnawirawan) Theodorus Kawatir, SIP, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara Muhamad Aditya Ponto, SIP, Wakil Bupati Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkad, SH, MH, Project Manager PT Brantas Abipraya Josiah J. Suatan, sejumlah pejabat dan jajaran SKPD Pemerintah Provinsi Sulawesi. (ONK)












