banner 728x90

Solidaritas Nelayan dan Warga Pesisir Warnai Aksi Pengerukan Sungai Borgo

banner 728x90

JENDELAANALISIS.COM-Ancaman pendangkalan yang kian parah di Muara Sungai Borgo akhirnya menggerakkan solidaritas warga pesisir. Nelayan dari Desa Borgo dan Desa Tambala bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Aliansi Wartawan Minahasa (AWAM) turun langsung melakukan pengerukan sungai secara swadaya, Selasa (19/5/2026), demi menyelamatkan akses transportasi perahu nelayan yang mulai terganggu sedimentasi.

Example 300x600

Aksi pengerukan berlangsung secara spontan setelah warga dan sejumlah jurnalis melihat kondisi muara sungai yang semakin dangkal dan dipenuhi endapan. Dengan semangat gotong royong, masyarakat bersama HNSI dan AWAM langsung menurunkan alat berat excavator untuk membersihkan area sepanjang aliran muara Sungai Borgo yang mulai menghambat aktivitas nelayan.

“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi. Sungai Borgo ini butuh perhatian bersama agar tetap bersih dan tidak semakin dangkal,” ujar Ketua AWAM, Jefre Uno.

Perwakilan HNSI Tombariri menegaskan, pengerukan sungai menjadi kebutuhan mendesak karena jalur muara merupakan akses utama aktivitas nelayan setiap hari. Menurutnya, kondisi pendangkalan yang terus terjadi dapat berdampak pada keselamatan dan produktivitas nelayan.

“Kami berharap ada perhatian bersama terhadap kondisi muara Sungai Borgo. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi menyangkut aktivitas ekonomi dan keselamatan nelayan saat melaut,” ujar perwakilan HNSI.

Warga Desa Tambala, Alanuari Tamengge, mengapresiasi aksi swadaya tersebut karena dinilai sangat membantu masyarakat nelayan. Menurutnya, pendangkalan sungai sudah lama dikeluhkan warga karena mengganggu akses perahu saat air surut.

“Ini sangat membantu masyarakat nelayan. Kami berharap pengerukan seperti ini bisa terus mendapat perhatian karena sungai ini menjadi jalur utama aktivitas warga pesisir,” kata Tamengge.

Hal senada disampaikan warga Desa Borgo, Hasan Uber. Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam pengerukan sungai menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong warga pesisir menjaga lingkungan dan sumber penghidupan mereka.

“Pendangkalan ini sudah lama dirasakan masyarakat. Kalau tidak segera dikeruk, perahu nelayan akan semakin sulit keluar masuk muara. Kami bersyukur masih ada kepedulian bersama untuk melakukan pekerjaan ini,” ungkap Uber.

Selain pengerukan, masyarakat juga mengajak warga menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah plastik sembarangan. Hingga sore hari, proses pengerukan masih terus berlangsung dengan semangat gotong royong masyarakat Borgo dan Tambala.(ARA)

banner 325x300
banner 120x600