MINAHASA. JENDELAANALISIS.COM — Ketahanan pangan tidak cukup hanya menjadi wacana, tetapi harus dimulai dari keluarga dan lingkungan masyarakat.
Pesan itu mengemuka dalam hari ketiga kegiatan Sosialisasi Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat Menuju Indonesia Emas yang dilaksanakan Tim Penggerak PKK Kabupaten Minahasa melalui Pokja III. di Wale Ne Tou Tondano, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, Ny. Martina Watok Dondokambey-Lengkong, SE, yang sekaligus menyampaikan materi tentang pentingnya membangun ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Martina mendorong para kader PKK agar tidak hanya memahami konsep ketahanan pangan, tetapi mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat. Menurutnya, potensi pangan lokal yang tersedia di setiap daerah perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kemandirian keluarga.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Karena itu, kader PKK memiliki peran penting untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat memanfaatkan potensi pangan yang ada di lingkungan masing-masing,” menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut.
Penguatan pangan berbasis masyarakat dinilai penting karena keluarga memiliki posisi strategis dalam membangun pola konsumsi, pemanfaatan sumber pangan lokal hingga menciptakan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Melalui sosialisasi ini, kader PKK diharapkan mampu meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat sekaligus mendorong lahirnya berbagai gerakan pemanfaatan pangan lokal di tingkat keluarga dan komunitas.
Upaya tersebut diarahkan untuk membangun keluarga yang semakin mandiri, sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pangan.
Bagi TP-PKK Kabupaten Minahasa, ketahanan pangan berbasis masyarakat bukan sekadar program, tetapi bagian dari upaya menyiapkan keluarga yang kuat sebagai fondasi menuju Indonesia Emas.(ONK).












